Mencari Format Baru Pendidikan Islam di Indonesia


Pembicaraan seputar Islam dan pendidikan tetap menarik, terutama dalam kaitannya dengan upaya pembangunan sumber daya manusia muslim. Dalam tataran normatif-filosofis, hingga kini persoalan Islam selalu berkutat pada perdebatan semantik, apakah pendidikan Islam secara peristilahan menggunakan tarbiyah, ta'dib atau ta'lim. Dari segi muatan (content), pendidikan Islam masih dihadapkan pada persoalan dualisme-dikotomi antara ilmu - ilmu agama dan ilmu - ilmu umum.

Selain itu, pendidikan Islam masih belum menuntaskan konsep-konsep normatif yang berhubungan dengan cita ideal manusia yang ingin dihasilakan. Jika pendidikan Islam bertujuan mencetak manusia yang baik, maka pertanyaannya, manusia yang bagaimanakah yang baik itu? Disinilah persoalan normatif-filosofis muncul dengan muatan yang nampaknya masih mengundang perdebatan.

Misalnya saja, konsep salih, takwa dan insan kamil sebagai parameter dari manusia yang baik. Pemaknaan terhadap konsep ini terkesan masih jauh  dari gambaran cita ideal manusia yang diharapkan. Ironisnya masih saja dijumpai pandangan bahwa yang disebut dengan kesalihan dan ketakwaan adalah jika intensitas ritual seseorang tinggi.

Untuk teman teman yang ingin melanjutkan artikel ini, silakan klik link ini...

Komentar